<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" ID="2967">
<titleInfo>
<title>Pengaturan Pajak Daerah di Indonesia</title>
</titleInfo>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>Ismail, Tjip</namePart>
<role><roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm></role>
</name>
<typeOfResource manuscript="yes" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
<genre authority="marcgt">bibliography</genre>
<originInfo>
<place><placeTerm type="text">Jakarta</placeTerm></place>
<publisher>Yellow Printing</publisher>
<dateIssued>2007</dateIssued>
<issuance>monographic</issuance>
<edition></edition>
</originInfo>
<language>
<languageTerm type="code">id</languageTerm>
<languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
</language>
<physicalDescription>
<form authority="gmd">Text</form>
<extent>399 p</extent>
</physicalDescription>
<note>Kebijakan otonomi daerah yang muncul pasca reformasi 1998 merupakan sebuah terobosan dalam sistem pemerintahan yang cukup cerdas. Hal ini dinilai sangat tepat karena kondisi Indonesia yang memiliki sebaran wilayah yang sangat luas dengan berbagai keanekaragaman etnis dan suku bangsa.

Melalui otonomi daerah, pemerintah daerah diberikan wewenang penuh untuk mengatur urusan rumah tangga daerah masing-masing sesuai dengan karakter dan kemampuan daerah yang bersangkutan, termasuk wewenang juga untuk menarik pajak kepada wajib pajak yang hasilnya digunakan untuk membiayai kebutuhan pemerintah daerah.

Meskipun otonomi daerah memberikan wewenang penuh kepada daerah, bukan berarti pemerintah pusat tidak memiliki wewenang apapun atas daerah. Untuk itulah kemudian diatur kebijakan perihal perimbangan antara pusat dan daerah, khususnya dalam hal perimbangan pajak. Kebijakan perimbangan itu lahir sebagai jalan sebagai jembatan untuk menghindari konflik antara pemerintah pusat dan daerah berkaitan dengan pungutan yang dikenakan kepada wajib pajak di daerah.</note>
<subject authority=""><topic>Pajak</topic></subject>
<subject authority=""><topic>Business Law</topic></subject>
<classification>343.04</classification><identifier type="isbn">9789791728300</identifier><location>
<physicalLocation>Podomoro University Digital Library</physicalLocation>
<shelfLocator>343.04 Ism p</shelfLocator>
<holdingSimple>
<copyInformation>
<numerationAndChronology type="1">BLP.2017.371</numerationAndChronology>
<sublocation>My Library</sublocation>
<shelfLocator>343.04 Ism p</shelfLocator>
</copyInformation>
</holdingSimple>
</location>
<slims:image>Buku-Pengaturan-Pajak-Daerah-di-Indonesia.jpg.jpg</slims:image>
<recordInfo>
<recordIdentifier>2967</recordIdentifier>
<recordCreationDate encoding="w3cdtf">2017-12-26 10:41:57</recordCreationDate>
<recordChangeDate encoding="w3cdtf">2017-12-26 10:42:22</recordChangeDate>
<recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo></mods></modsCollection>