<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" ID="3407">
<titleInfo>
<title>Situs Gunung Padang:</title>
<subTitle>Kebudayaan, Manusia, dan Lingkungan</subTitle>
</titleInfo>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>Yondri, Lutfi</namePart>
<role><roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm></role>
</name>
<typeOfResource manuscript="yes" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
<genre authority="marcgt">bibliography</genre>
<originInfo>
<place><placeTerm type="text">Bandung</placeTerm></place>
<publisher>CV. Semiotika</publisher>
<dateIssued>2017</dateIssued>
<issuance>monographic</issuance>
<edition></edition>
</originInfo>
<language>
<languageTerm type="code">id</languageTerm>
<languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
</language>
<physicalDescription>
<form authority="gmd">Text</form>
<extent>382 p</extent>
</physicalDescription>
<note>Situs Gunung Padang, Kebudayaan, Manusia dan Lingkungan sungguh tepat mengingat sampai saat ini tidak sedikit akademisi dan pejabat tinggi di tingkat daerah atau pusat , dan bahkan internasional yang percaya bahwa di perut Gunung Padang tersimpan tinggalan budaya yang tidak ternilai , baik dari segi material ataupun immaterial ( termasuk adanya bangunan piramida dan ruang kosong berisi harta karun ). Buku Dr.Lutfi Yondri tersebut secara komprehensif dan sesuai dengan kaidah dan metode penelitian ilmiah yang benar, mengulas dengan lengkap kontroversi tersebut. Argumentasi beliau didukung oleh hasil penelitian dan kegiatan ekskavasi di Gunung Padang sampai dengan tahun 2015.
Dengan telah terbitnya buku tentang Situs Gunung Padang tersebut, dan sesuai dengan keyakinan mang Okim dari sisi ilmu kebumian, Situs Gunung Padang bukanlah bangunan piramida melainkan punden berundak lima yang secara khusus dibuat oleh manusia prasejarah sekitar abad kedua sebelum Masehi. Tujuannya untuk digunakan sebagai tempat pemujaan. Mengenai bahan bangunannya yang terdiri atas batu tiang bersusunan andesit-basalt ( nempel di magnet ), confirmed tidak diambil dari tempat lain melainkan dari G.Padang itu sendiri.</note>
<subject authority=""><topic>Sejarah Indonesia</topic></subject>
<subject authority=""><topic>Arsitektur</topic></subject>
<classification>959.8</classification><identifier type="isbn">9786026885098</identifier><location>
<physicalLocation>Podomoro University Digital Library</physicalLocation>
<shelfLocator>959.8 Yon s</shelfLocator>
<holdingSimple>
<copyInformation>
<numerationAndChronology type="1">ARS.2018.626</numerationAndChronology>
<sublocation>My Library</sublocation>
<shelfLocator>959.8 Yon s</shelfLocator>
</copyInformation>
</holdingSimple>
</location>
<slims:image>Tl00020007.jpg.jpg</slims:image>
<recordInfo>
<recordIdentifier>3407</recordIdentifier>
<recordCreationDate encoding="w3cdtf">2018-06-25 14:18:20</recordCreationDate>
<recordChangeDate encoding="w3cdtf">2018-06-29 10:01:56</recordChangeDate>
<recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo></mods></modsCollection>