<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" ID="37616">
<titleInfo>
<title>Kuliner Laksa Tangerang</title>
</titleInfo>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>Meiliana</namePart>
<role><roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>Lay, Wenny</namePart>
<role><roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>Claudia, Clarissa</namePart>
<role><roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm></role>
</name>
<typeOfResource manuscript="yes" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
<genre authority="marcgt">bibliography</genre>
<originInfo>
<place><placeTerm type="text">Jakarta</placeTerm></place>
<publisher>Podomoro University</publisher>
<dateIssued>2021</dateIssued>
<issuance>monographic</issuance>
<edition>Batch 5</edition>
</originInfo>
<language>
<languageTerm type="code"></languageTerm>
<languageTerm type="text">Bahasa</languageTerm>
</language>
<physicalDescription>
<form authority="gmd">Text</form>
<extent></extent>
</physicalDescription>
<note>Laksa adalah makanan khas Indonesia, namun setiap kota memiliki cita rasa yang berbeda untuk laksa. Laksa masuk ke Indonesia sejak lama dan mulai berkembang di Indonesia pada tahun 2000 dan terus berkembang hingga sekarang. Laksa Tangerang memiliki cita rasa yang kaya akan rempah-rempah sehingga saat dinikmati rasanya gurih, manis dan sedikit pedas, namun keunikannya tidak hanya ada pada Mie Tepung Beras yang digunakan sebagai bahan utamanya. Mie Tepung Beras memiliki tekstur yang kenyal dan sedikit bertekstur. Kata laksa berasal dari bahasa sanskerta yang berarti &#34;seribu&#34; atau banyak yang menunjukkan kekayaan rempah-rempah yang terkandung dalam laksa tangerang. Tujuan kami membuat video dokumenter ini adalah untuk memperkenalkan Laksa Tangerang dan membantu melestarikan kelezatan kuliner Tangerang. Dokumenter yang kami buat terdiri dari wawancara, presentasi dari Laksa Tangerang itu sendiri dan penjelasan tentang sejarah, rasa dan harganya. Dari hasil kuisioner yang kami bagikan 34 orang dari 35 orang yang belum pernah mencoba Laksa Tangerang tertarik untuk mencobanya, oleh karena itu kami berharap melalui film dokumenter ini masyarakat lebih tertarik untuk mencoba kuliner khas Tangerang Laksa secara langsung.</note>
<subject authority=""><topic>Prodi Bisnis Perhotelan</topic></subject>
<classification>NONE</classification><identifier type="isbn"></identifier><location>
<physicalLocation>Podomoro University Digital Library</physicalLocation>
<shelfLocator></shelfLocator>
<holdingSimple>
<copyInformation>
<numerationAndChronology type="1">HBP.TA21.0186</numerationAndChronology>
<sublocation>My Library</sublocation>
<shelfLocator></shelfLocator>
</copyInformation>
</holdingSimple>
</location>
<slims:image>wenny.JPG.JPG</slims:image>
<recordInfo>
<recordIdentifier>37616</recordIdentifier>
<recordCreationDate encoding="w3cdtf">2021-11-25 09:17:32</recordCreationDate>
<recordChangeDate encoding="w3cdtf">2024-02-15 10:50:56</recordChangeDate>
<recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo></mods></modsCollection>