<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" ID="38294">
<titleInfo>
<title>Menilik Potensi Bisnis Kuliner Indonesia di Glasgow, Skotlandia</title>
</titleInfo>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>Azzahra Keisha Namira</namePart>
<role><roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>Howard Edward</namePart>
<role><roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>Natasya Erine Suyanto</namePart>
<role><roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm></role>
</name>
<typeOfResource manuscript="yes" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
<genre authority="marcgt">bibliography</genre>
<originInfo>
<place><placeTerm type="text">Jakarta</placeTerm></place>
<publisher>Podomoro University</publisher>
<dateIssued>2023</dateIssued>
<issuance>monographic</issuance>
<edition></edition>
</originInfo>
<language>
<languageTerm type="code"></languageTerm>
<languageTerm type="text">Bahasa</languageTerm>
</language>
<physicalDescription>
<form authority="gmd">Text</form>
<extent></extent>
</physicalDescription>
<note>Seiring dengan berkembangnya zaman, fungsi dari makanan pun kian berevolusi. Dewasa ini, makanan memiliki fungsi sebagai media informatif yang bisa merefleksikan identitas suatu bangsa mulai dari cara mengelola hingga mengonsumsinya. Setiap negara memiliki ciri khas makananan mereka sendiri, begitu pun Indonesia. Kelezatan makanan Indonesia sudah menoreh begitu banyak prestasi internasional, akan tetapi fakta ini berbanding terbalik dengan eksistensinya di kancah internasional. Dilandasi dari rasa penasaran akan fakta tersebut, penelitian ini ditujukan untuk menilik lebih dalam mengenai kondisi dan potensi makanan Indonesia di luar negeri menggunakan metode kualitatif melalui observasi secara langsung dan wawancara bersama 3 pebisnis kuliner Indonesia di Glasgow, Skotlandia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa saat ini kondisi dan presensi makanan Indonesia di Glasgow masih sangat minim dikarenakan oleh kurangnya branding dan pengenalan makanan Indonesia ke masyarakat lokal. Akan tetapi, dengan menimbang faktor lain seperti minat masyarakat lokal, keunikan makanan Indonesia, dan perkembangan komoditas bahan baku, dapat ditarik kesimpulan bahwa bisnis kuliner Indonesia memiliki potensi untuk berkembang dengan beberapa catatan penyesuain yang perlu diperhatikan yaitu penyelarasan dengan preferensi lokal, kemampuan adaptasi, dan juga pengetahuan akurat terkait regulasi dan operasional bisnis.</note>
<subject authority=""><topic>Prodi Bisnis Perhotelan</topic></subject>
<classification>NONE</classification><identifier type="isbn"></identifier><location>
<physicalLocation>Podomoro University Digital Library</physicalLocation>
<shelfLocator></shelfLocator>
<holdingSimple>
<copyInformation>
<numerationAndChronology type="1">HBP.TA23.0292</numerationAndChronology>
<sublocation>My Library</sublocation>
<shelfLocator></shelfLocator>
</copyInformation>
</holdingSimple>
</location>
<slims:image>Howard.JPG.JPG</slims:image>
<recordInfo>
<recordIdentifier>38294</recordIdentifier>
<recordCreationDate encoding="w3cdtf">2023-11-06 15:36:17</recordCreationDate>
<recordChangeDate encoding="w3cdtf">2023-11-06 15:36:41</recordChangeDate>
<recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo></mods></modsCollection>