<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" ID="38310">
<titleInfo>
<title>The Coming Times Of Angklung Awakening</title>
</titleInfo>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>Darren Agathon</namePart>
<role><roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>Glindra Patricia</namePart>
<role><roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>Merlice Priscille</namePart>
<role><roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm></role>
</name>
<typeOfResource manuscript="yes" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
<genre authority="marcgt">bibliography</genre>
<originInfo>
<place><placeTerm type="text">Jakarta</placeTerm></place>
<publisher>Podomoro University</publisher>
<dateIssued>2023</dateIssued>
<issuance>monographic</issuance>
<edition></edition>
</originInfo>
<language>
<languageTerm type="code">id</languageTerm>
<languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
</language>
<physicalDescription>
<form authority="gmd">Text</form>
<extent></extent>
</physicalDescription>
<note>Angklung adalah alat musik yang berasal dari Jawa Barat, dan sudah terkenal dimancanegara. Angklung sudah berkembang menjadi salah satu ikon negara yang seharusnya di lestarikan. Guna untuk melestarikan kebudayaan musik tradisional, Udjo Ngalagenan, seorang pengrajin tradisional, mendirikan suatu tempat pertunjukkan pada tahun 1966 untuk pengembangan alat musik yang dinamakan Saung Angklung Udjo. Saung Angklung Udjo merupakan salah satu tempat terciptanya pelestarian budaya di dalam masyarakat, berawal dari mendirikan sanggar kesenian Sunda hingga menjadi laboraturium edukasi masa kini. Pada masa pandemi, usaha pelestarian Saung Angklung ini terancam dan hampir di paksa tutup karena tidak adanya aktifitas dan pementasan. Pemotongan jumlah karyawan dari 600 menjadi 40 orang. Banyak upaya yang dilakukan untuk menyelamatkan usaha ini namun tidak sedikit bantuan ekstrenal untuk menolong Saung Angklung Udjo tetap beroperasi untuk menjadi salah satu pioner dalam pelestarian kebudayaan Sunda. Dengan penelitian yang sudah di lakukan dapat di simpulkan bahwa pandemi sangat berdampak kepada seluruh kegiatan manusia, salah satunya proses pelestarian budaya Angklung. Seluruh kegiatan upaya pelestarian sangat sulit dilakukan saat masa pandemi, namun seluruh lapisan masyarakat harus tetap bersiap untuk kemungkinan terburuk lainnya, karena tidak ada yang bisa menebak kapan hal yang tidak terduga terjadi.</note>
<subject authority=""><topic>Prodi Bisnis Perhotelan</topic></subject>
<classification>NONE</classification><identifier type="isbn"></identifier><location>
<physicalLocation>Podomoro University Digital Library</physicalLocation>
<shelfLocator></shelfLocator>
<holdingSimple>
<copyInformation>
<numerationAndChronology type="1">HBP.TA23.0309</numerationAndChronology>
<sublocation>My Library</sublocation>
<shelfLocator></shelfLocator>
</copyInformation>
</holdingSimple>
</location>
<slims:image>agathon.JPG.JPG</slims:image>
<recordInfo>
<recordIdentifier>38310</recordIdentifier>
<recordCreationDate encoding="w3cdtf">2023-11-07 09:33:21</recordCreationDate>
<recordChangeDate encoding="w3cdtf">2023-11-07 09:42:19</recordChangeDate>
<recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo></mods></modsCollection>