<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" ID="38402">
<titleInfo>
<title>Tinjauan Standar Kompetensi Kerja QS Indonesia Terhadap Perkembangan Kompetensi QS Beberapa Negara Luar</title>
</titleInfo>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>Al Fajra</namePart>
<role><roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm></role>
</name>
<typeOfResource manuscript="yes" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
<genre authority="marcgt">bibliography</genre>
<originInfo>
<place><placeTerm type="text">Jakarta</placeTerm></place>
<publisher>Podomoro University</publisher>
<dateIssued>2023</dateIssued>
<issuance>monographic</issuance>
<edition></edition>
</originInfo>
<language>
<languageTerm type="code"></languageTerm>
<languageTerm type="text">Bahasa</languageTerm>
</language>
<physicalDescription>
<form authority="gmd">Text</form>
<extent></extent>
</physicalDescription>
<note>Pada awal dekade 70-an, profesi quantity surveyor (QS) mulai diperkenalkan di Indonesia, namun tidak semua proyek saat itu menggunakan jasa QS. Seiring dengan perkembangan industri konstruksi di Indonesia, peran QS juga mengalami perkembangan yang signifikan. Dalam rangka memastikan kompetensi QS, diperlukan peraturan yang mengatur standar kompetensi sebagai acuan dalam menentukan keterampilan yang diperlukan oleh QS. Di Indonesia, kompetensi QS diatur dalam standar kompetensi kerja nasional Indonesia (SKKNI) berdasarkan keputusan menteri ketenagakerjaan Nomor KEP.06/MEN/I/2011. Namun, sayangnya SKKNI QS ini tidak mengalami pembaruan sejak tahun 2011. hal ini mengakibatkan kompetensi QS di Indonesia menjadi tertinggal dan tidak mengikuti perkembangan yang terjadi seperti di beberapa negara lain. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan SKKNI QS Indonesia dengan standar kompetensi QS dari negara-negara lain yang telah diperbarui. Dengan demikian, penelitian ini akan mengidentifikasi pembaruan apa yang perlu dilakukan pada SKKNI QS Indonesia agar profesi QS terus berkembang dan mampu bersaing secara global. Dari penelitian ini ditemukan bahwa Didalam SKKNI QS saat ini terdapat 18 unit kompetensi. Dari hasil analisis tersebut penulis merekomendasikan ada 13 unit tambahan kompetensi.</note>
<subject authority=""><topic>Prodi Manajemen Rekayasa Konstruksi</topic></subject>
<classification>NONE</classification><identifier type="isbn"></identifier><location>
<physicalLocation>Podomoro University Digital Library</physicalLocation>
<shelfLocator></shelfLocator>
<holdingSimple>
<copyInformation>
<numerationAndChronology type="1">MRK.TA23.EKS.0069</numerationAndChronology>
<sublocation>My Library</sublocation>
<shelfLocator></shelfLocator>
</copyInformation>
</holdingSimple>
</location>
<recordInfo>
<recordIdentifier>38402</recordIdentifier>
<recordCreationDate encoding="w3cdtf">2023-11-10 14:25:20</recordCreationDate>
<recordChangeDate encoding="w3cdtf">2023-11-10 14:25:40</recordChangeDate>
<recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo></mods></modsCollection>