<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" ID="4356">
<titleInfo>
<title>Analisis Pengaruh Incumbent System Habit dan Biaya Transisi Terhadap Inertia dan Pengaruhnya Terhadap Intensi Penggunaan Sistem Baru Calon Pengguna Pembayaran Digital di Jakarta</title>
</titleInfo>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>Jimmy</namePart>
<role><roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm></role>
</name>
<typeOfResource manuscript="yes" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
<genre authority="marcgt">bibliography</genre>
<originInfo>
<place><placeTerm type="text">Jakarta</placeTerm></place>
<publisher>Podomoro University</publisher>
<dateIssued>2019</dateIssued>
<issuance>monographic</issuance>
<edition>Batch 2</edition>
</originInfo>
<language>
<languageTerm type="code">id</languageTerm>
<languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
</language>
<physicalDescription>
<form authority="gmd">Text</form>
<extent></extent>
</physicalDescription>
<note>Pertumbuhan teknologi keuangan sebagai inovasi alat pembayaran digital berfungsi untuk memudahkan hidup masyarakat dalam bertransaksi. Akan tetapi, jumlah masyarakat yang tetap menggunakan tunai masih terbilang tinggi. Faktor-faktor yang mempengaruhi masyarakat untuk tetap menggunakan pembayaran tunai adalah adanya inertia pada seseorang yang dipengaruhi oleh incumbent system habit dan biaya transisi. Oleh karena itu, penelitian ini ingin menguji faktor inertia dalam menggunakan sistem pembayaran digital yang dipengaruhi oleh incumbent system habit dan biaya transisi. Penelitian ini menggunakan metode Structural Equation Modelling – Partial Least Square (SEM-PLS) dengan alat SmartPLS versi 3.2.8. Responden pada penelitian ini berjumlah 100 calon pengguna pembayaran digital (OVO dan GO-PAY) di wilayah Jakarta. Berdasarkan uji hipotesis, menunjukan bahwa ada pengaruh siginifikan dan positif incumbent system habit dan biaya transisi terhadap inertia, serta hubungan signifikan dan negatif inertia terhadap intensi penggunaan sistem baru. Saran dalam penelitian ini adalah pihak penyelengara pembayaran digital dapat mengubah kebiasaan masyarakat dalam betransaksi dengan menargetkan area yang selalu dilalui / didatangi oleh masyarakat untuk melakukan transaksi. Selain itu, pihak penyelengara perlu melakukan penyederhanaan proses penggunaan maupun pengisian saldo bagi masyarakat.</note>
<subject authority=""><topic>Prodi Kewirausahaan</topic></subject>
<classification>NONE</classification><identifier type="isbn"></identifier><location>
<physicalLocation>Podomoro University Digital Library</physicalLocation>
<shelfLocator></shelfLocator>
<holdingSimple>
<copyInformation>
<numerationAndChronology type="1">ENT.TA19.0025</numerationAndChronology>
<sublocation>My Library</sublocation>
<shelfLocator></shelfLocator>
</copyInformation>
</holdingSimple>
</location>
<slims:image>Jimmy_page-0001.jpg.jpg</slims:image>
<recordInfo>
<recordIdentifier>4356</recordIdentifier>
<recordCreationDate encoding="w3cdtf">2019-09-03 09:11:14</recordCreationDate>
<recordChangeDate encoding="w3cdtf">2021-05-04 14:55:14</recordChangeDate>
<recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo></mods></modsCollection>