<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" ID="4710">
<titleInfo>
<title>Perancangan Hunian Vertikal untuk Meningkatkan Efisiensi Waktu dan Biaya dengan Pendekatan Walkability di Jakarta</title>
</titleInfo>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>Michael Adrian Heryanto</namePart>
<role><roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm></role>
</name>
<typeOfResource manuscript="yes" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
<genre authority="marcgt">bibliography</genre>
<originInfo>
<place><placeTerm type="text">Jakarta</placeTerm></place>
<publisher>Podomoro University</publisher>
<dateIssued>2020</dateIssued>
<issuance>monographic</issuance>
<edition>Batch 3</edition>
</originInfo>
<language>
<languageTerm type="code">id</languageTerm>
<languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
</language>
<physicalDescription>
<form authority="gmd">Text</form>
<extent></extent>
</physicalDescription>
<note>Jakarta merupakan kota maju/modern yang sangat padat akan penduduk sehingga menyebabkan kemacetan yang tinggi dan merugikan masyarakat dari segi waktu dan biaya. Bila dijabarkan lagi, kemacetan terjadi karena penduduk Jakarta bukan hanya masyarakat asli namun juga yang berasal dari kota satelit. Masih banyak penduduk yang tinggal di kota satelit dikarenakan lahan di Jakarta sudah habis oleh hunian berjenis tapak yang tersebar luas secara horisontal dalam kota yang seharusnya bisa dikembangkan lagi untuk dibangun ke atas/secara vertikal. Penelitian arsitektur ini akan menjawab solusi dari permasalahan tersebut dengan memahami terlebih dahulu definisi dari efisiensi hidup dengan pendekatan teori walkability untuk merangsang pembangunan di dalam kota supaya lebih memahami kebutuhan masyarakat dalam mendapatkan kehidupan yang lebih efisien. Penerapan dari pendekatan ini akan diinjeksikan ke dalam hunian sehingga desain mampu merangsang pembangunan di masa mendatang. Solusi yang diberikan dalam penelitian arsitektur ini akan berupa hunian vertikal yang mampu beradaptasi dengan kebiasaan hidup berjalan kaki untuk menjaga/meningkatkan efisiensi hidup dalam kota. Teori walkability akan membantu desain hunian dalam memberikan kemudahan bagi masyarakat dan calon penghuni dalam memenuhi efisiensi hidup mereka dengan memberikan akses/mobilitas yang baik dan memperkenalkan sebuah kehidupan sosial ekonomi yang jarang atau bahkan belum pernah terjadi sebelumnya.</note>
<subject authority=""><topic>Arsitektur</topic></subject>
<subject authority=""><topic>Prodi Arsitektur</topic></subject>
<classification>NONE</classification><identifier type="isbn"></identifier><location>
<physicalLocation>Podomoro University Digital Library</physicalLocation>
<shelfLocator></shelfLocator>
<holdingSimple>
<copyInformation>
<numerationAndChronology type="1">ARS.TA20.0037</numerationAndChronology>
<sublocation>My Library</sublocation>
<shelfLocator></shelfLocator>
</copyInformation>
</holdingSimple>
</location>
<slims:image>Michael_Adrian_page-0001.jpg.jpg</slims:image>
<recordInfo>
<recordIdentifier>4710</recordIdentifier>
<recordCreationDate encoding="w3cdtf">2020-08-07 11:21:34</recordCreationDate>
<recordChangeDate encoding="w3cdtf">2021-01-19 16:47:28</recordChangeDate>
<recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo></mods></modsCollection>