Record Detail Back

XML

Penerapan Sensosial Placemaking Terhadap Perancangan Winery untuk Menciptakan Sence of Place


Anggur merupakan komoditi yang tidak hanya memiliki nilai tambah dalam cara pengolahannya, tetapi juga bernilai tinggi dalam kegiatan ekspor impor Indonesia. Hasil pengolahan pertanian anggur yang memiliki nilai tambah paling besar adalah wine, yang tidak sebatas menawarkan minuman beralkohol, namun juga sensasi fisiologi dan pembelajaran melalui pengalaman yang secara murni merupakan pengalaman sensorik. Terroir, atau the taste of place merupakan istilah wine yang menunjukkan hubungan antara manusia dengan geografi, tanah, serta lokalitasnya. Negara Perancis, menggunakan terroir dan mengintegrasikannya dengan konsumen sehingga, melalui aspek sensorik yang dekat dengan terroir, membangun sebuah sense of place dan membangkitkan di antara masyarakat pembudidayanya, rasa bangga atas tanah dan wilayah mereka. Di sisi lain di Indonesia, petani dan masyarakat lokal pembudidaya sebagian besar terisolasi tidak hanya pada aspek geografi, tetapi pada aspek komersial. Perancangan ini ini bertujuan untuk mencari dan menciptakan sense of place dalam perancangan winery di Bali menggunakan aspek sensorik dengan melibatkan masyarakat pembudidaya anggur sehingga membentuk identitas anggur dan memunculkan lokalitas secara utuh. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif etnografi yang dilakukan melalui: 1.Observasi 2.Wawancara 3.Studi Kasus. Hasil dari penelitian ini berupa perancangan winery dengan pendekatan sensorial placemaking yang mengintegrasikan antara indera dan facility programming serta indikator indera sebagai media dialog antara manusia dengan wadahnya untuk mencapai sense of place.
Catherine Eunike Halim - Personal Name
NONE
Text
Indonesia
Podomoro University
2022
Jakarta
LOADING LIST...
LOADING LIST...